Assalamualaikum. Selamat datang. Semua cerita ini hanya kisah masa muda. 2015 akan lebih baik menulis ke hal positif. See you! Wassalam

Senin, 28 Oktober 2013

Kisah inspiratif: kakek Pratomo 80 tahun.

Hari ini gue dapet pengalaman berharga banget. pelajaran hidup dimana sesusah susahnya kita pasti ada masih ada yang dibawah kita. Setiap manusia di dunia ini pasti pernah menerima cobaan. Seberat apapun masalah yang dihadapi pasti harus kita lewati, ada yang kuat melaluinya ada juga yang mundur menerima kenyataan.


Perkenalkan ini teman baru saya, kakek Pratomo namanya tapi di daerahnya sekarang tinggal biasa dipanggi pratama. Usia kakek Pratomo 80 tahun.

Yup biar gue ceritain kronologis ceritanya gimana gue bisa kenal dan ngobrol ngobrol sama kakek Pratomo. Ketika hari minggu kemarin (27/10/2013) gue sama frieda pengen pergi keluar ke sukajadi karna gue mau beli sesuatu. Sebelum menuju lokasi gue sama frieda berenti dulu di indomaret gerlong deket polres buat ke atm mandiri karna duit gue abis haha. Pas baru nyampe tiba tiba frieda bilang “mut, liat kakek yang dipinggir jalan tadi gak? Kasih ih nafasnya kayak yang susah gitu. Kasih apa gitu yuk” Trus gue jawab “oh iya? Gak liat tuh fried, Cuma liat sekilas doang. hayuuu” Brbbbbb gue ngambil duit dan frieda masuk ke dalem indomaret buat beli air minum. Setelah itu gue juga beli roti niatnya mau ngasih buat kakek dan sekalian mecahin duit. Singkat cerita kita berdua langsung nyamperin kakek yang masih duduk di pinggir jalan itu. Untung si kakek masih ada disana.

Gue bilang gini “kakek lagi ngapain disini?”
“Ini lagi istirahat capek” jawab kakek sambil menggeret karung yang berisi hasil pulungannya.
“Kek, ini ada minum. Kakek minum dulu ya.” Ucap frieda sambil membukakan tutup botol minum untuk kakek.
Dengan semangat kakek langsung meminum air putih tersebut dengan tergesa gesa. Sepertinya kakek kehausan sampai sampai ia minum dengan keselek. Singkatnya, kakek sudah mulai bisa mengatur nafasnya dengan normal, sudah tidak terlihat engap engapan lagi. Kemudian kakek bercerita tentang hidupnya.............

Mari kita kembali ke tahun 2006.

“Dulu saya tinggal di Jogja bersama isteri dan anak saya. Saya mempunyai dua orang anak, tetapi yang satu tinggal di surabaya untuk kerja membuka salon. Sedangkan yang satunya lagi sedang kuliah di ugm dan tinggal bersama saya dan isteri. Anak saya kuliah di ugm di jurusan hukum baru satu tahun. Tapi ketika tahun 2006 itu Allah memberikan musibah. Memberikan cobaan yang berat untuk saya. Gempa di jogja meninggalkan luka yang sangat dalam. Bukan hanya saya yang merasakannya. Tapi karena gempa tersebut saya trauma dengan kota jogja. Saya kehilangan anak dan isteri saya. Ketika gempa berlangsung saya sedang tidak ada di rumah, saya berada di kota Solo untuk mendatangi hajatan. Kejadian gempa itu pagi hari sekitar setengah enam pagi disaat orang orang sedang tertidur lelap. Ketika saya mendapat kabar jogja gempa, saya langsung pulang dan ketika sampai di lokasi semuanya rata dengan tanah. Saya mencari isteri dan anak saya namun tidak tertemukan. Bahkan dicari dari tumpukan tanah dengan terpong pun tak terlihat, tak tertemukan wujudnya. Mereka sudah tidak ada. Saya tidak ditemukan. Sampai akhirnya, tempat di daerah saya dijadikan kuburan masal. Semuanya sudah hancur. Ini benar benar menyedihkan dan sulit diterima karena mereka pergi dengan keadaan sebelumnya baik baik saja. Bukan karena sakit atau apa. Ini cobaan dari Allah dan saya harus kuat menjalaninya. Saya trauma dengan kota jogja. Maka dari itu saya pergi meninggalkan kota jogja, kemanapun asalkan saya tidak berada di jogja meskipun di jogja masih ada saudara. Ketika itu saya pergi ke semarang tapi tidak lama saya pindah karena saya tidak betah, disana panas banget. Terus saya coba ke cirebon tapi sama saja saya tidak betah, saya mencari tempat yang sejuk dan ada yang bilang ke saya kalo bandung katanya tempatnya adem. Kemudian saya coba pergi ke bandung dan ternyata saya betah disini. tempatnya sejuk, saya tidur tidak pakai selimutpun tidak apa apa. saya sudah dua tahun disini. saya tinggal di daerah perkumuhan sebelah pondok hijau.”

Cerita kakek pratomo membuat saya menitihkan air mata. Saya terharu beliau mampu melalui semuanya. Setiap hari kakek pergi mecari barang rongsokkan dengan dimasukan ke dalam karung. Diusianya yang sudah menginjak 80 tahun, beliau masih berusaha dengan bekerja seperti itu untuk menuskan hidupnya yang seorang diri di kota bandung ini. Kota yang besar tanpa sanak saudara. Pagi hari kakek pergi ke mencari barang barang bekas, kemudian ketika siang hari beliau pulang untuk beristirahat dan menyimpan barang yang beliau dapat kemudian beliau pergi lagi untuk melakukan pekerjaannya lagi sampai sore. Kakek menyimpan hasil yang ia dapatkan sampai seminggu, setelah itu baru di jual. Lumayan seminggu kakek mendapatkan 200-250rb, uang tersebut kakek belikan beras dan perlengkapan yang lain. Mungkin nominal yang sangat kecil bagi kita untuk ukuran mahasiswa yang ngekost. Ini benar benar menjadikan pelajaran buat saya. Di luar sana ada yang mencari uang dengan susah payah diusianya yang 80 tahun masih harus berjuang. Harusnya kakek bisa menikmati masa tuanya dengan tenang tanpa harus bekerja keras sendirian seperti itu kalau saja anak dan isterinya masih ada. Mungkin.

Ohya, anak kakek pratomo yang tinggal di surabaya tidak tau kalau beliau berada di bandung. Kata kakek dia tidak ingin membebani anaknya, kasihan kalau dia tau pasti akan kepikiran. Ya Allah, ini satu point yang bener bener bikin saya berfikir seribu kali tentang orang tua saya. Sengeyel ngeyelnya kita, senakal nakalnya kita, bahkan seengak nurutnya kita pasti orang tua selalu ingin yang terbaik untuk kita. Selalu gak ingin bikin kita khawatir. Selalu menutupi semuanya hanya supaya anaknya senang. Yang orang tau anaknya senang dan bahagia. Ya Allah lindungilah selalu orang tua hamba.



Terima kasih kakek pratomo, engkau membuat saya berfikir lagi tentang arti hidup ini. Tentang perjuangan orang tua. Tentang susahnya melewati hidup. Semoga engkau selalu dalam lindungan Allah. senang bisa mengenal kakek dan bisa berbagi cerita tentang kakek. Semoga suatu saat kita bisa bertemu kembali dan semoga kisah ini bisa menjadi kisah inspiratif bagi temen temen semua.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Diakhir...... cinta sendiri

Ini bukan kota kecil dimana tempat kita berasal. Kota kita tak kalah maju dengan yang lain, umr kota kita masih diatas kota yang kita singgahi sekarang kok. Tapi dari skala luas, jelas kota singgahan kita menuntu ilmu ini jauh lebih luas berkali kali lipat dari kota asal kita. Ya! Bandung. Bandung ini sangat luas, saking luasnya gue gak ngerti sama pergaulan disini.

Hai, bagaimana kau nikmati hari harimu di bandung? Paham loh daerah kampus kamu termasuk kota. Setelah keluarga, lingkunganlan yang berpengaruh besar dalam kehidupanmu. Hati hati. Jaga baik baik dirimu. Kosan campur cewe cowo? Cozy banget ya kayaknya sama anak anak kosannya? Enjoy!

Mungkin ini udah saatnya dimana gue harus berhenti mengharapkan lo. Lo gak akan pernah liat ke gue. Pengharapan selama hampir lima tahun ini sepertinya cukup. Gue udah tau apa yang harus gue lakukan. Gue harusnya berhenti sekarang dan berbalik arah jauh ninggalin sosok lo yang bener bener gue harepin. Buat apa mengharapkan seseorang yang nyatanya gak pernah ngeliat kita. Baik, lo bisa ngobrol, bahkan mungkin ketawa ketawa sama temen temen kampus lo atau temen kosan lo dan gak mandang itu cewe atau cowo. Bahagialah. Gue selalu mengharapkan adanya pertemuan dan percakapan langsung diantara kita. Dari dulu. Dari sejak masa putih biru. Nyatanya? Gak bisa ya. Mungkin tuhan emang gak kasih kesempatan itu, atau entah mungkin belum waktnya. Gue gatau. Muncul pikiran kaya gini ketika ngeliat foto lo sama temen temen  kosan lo cewe cowo ketawa bareng. Ngeliat mentionan lo sama ............ . Yayaudahlah. Gak seharusnya juga gue banyak berharap sama perasaan ini. Lo udah nemuin tempat kenyamanan lo. Lo udah nemuin tempat berbagi tawa. Tanpa gue tau langsung dari lo, semuanya udah keliatan kok. Gue ikut seneng, kalo lo tenyata seneng di bandung dengan lingkungan lo. Cuma bisa titip pesen hati hati, jaga diri. Tetep fokus ke kuliah ya! Bahagialah dengan jalanmu, z.

Sekalipun gue bilang bakal berenti ngarepin lo, tetep aja rasa ini bakalan tetep ada. Entah sampai kapan. Gue sendiri gak paham, entah ini bodoh atau konyal, gue gak ngerti. Ngarepin dan nunggu seseorang yang sama sekali gak pernah tau kalo dia lagi ditunggu. Yaaaaaa.... gimana dia mau tau orang kita deket aja engga. Konyol sih! Kenapa bisa bisanya rasa ini masih ada dari dulu sampe skg?! Dari masa putih biru sampe sekarang di bangku kuliah. Gila!!!

"Dimata saya, kamu selalu terlihat baik. Terlihat sempurna dan lebih dari yang lain. Dari dulu. Kamu selalu bisa saya banggakan. Dengan lantang saya mengucapkan namamu kepada sang pencipta, bahwa saya menginginkan akhir yang indah dari rasa ini. Rasa sejak hampir 5 tahun yang lalu. Kamu pernah menjadi sebab saya menangis, meski kamu tak pernah tau. Semuanya saya nikmati sendiri, tanpa pernah kamu tau. Bahkan rasa ini pun mungkin hanya diri saya sendiri yang menikmatinya. Iya, cinta sendiri. Maaf atas segala diam dan bisu ini, saya mencintaimu karena Allah. Sosok yang berbeda dengan yang lainnya. Saya yakin. Entah, bagaimana denganmu? Berjanjilah, ceritakan kepada saya jika kamu sudah menemukan titik akhir kebahagiaanmu. Terutama tentang rasamu. Apa pun yang terjadi pasti itulah jawaban yang terbaik dari rasa yang saya punya untuk kamu dan rasamu sendiri."

Maaf, sering menjadikanmu bahan dari setiap tulisanku. Ini sejuta maaf dan terima kasihku untukmu. With love <3

Kamis, 10 Oktober 2013

Kletrek </3

      Kali ini gue mau bicara soal hati (lagi). Pengen blogging tapi gak ada topik, ya ini sih seadanya di otak aja hahaha ngomongin hati susah susah gampang sih. Apalagi hatinya seorang cewek. Gue pribadi kalo dengerin temen (cewek) curhat duh kadang pusing sendiri, kedengerannya sih masalahnya simple tapiiiii.... selalu aja seakan akan wow banget. Padahal sih kalo gak salah paham, ya karna gengsi, atau sesuatu yang diharapkannya gak sesuai dengan keinginan si cewek ya dengan kata lain cowok gak peka lah. Tapi ada juga yang emang gak bisa dipaksain contohnya.... gak direstuin sama orang tua. Sejauh ini sih gue cukup jadi pendengar setia temen temen yang mau cerita ke gue tanpa harus gue berbalik cerita haha cerita hati gue itu itu aja sih jadi gak perlu diceritain terus menurus karna gak ada bersambungnya.

      Yoi singkat cerita gue pengen deh nanya ke kalian, ke temen temen gue. Apa sih yang kurang dari hubungan masing masing? Selalu aja ada banyak keluhannya. Heran. Suka ngerasa masalah hubungannya itu sedih banget. Dramatisir. Edan lah pokoknya. Pernah gak sih kadang kalian (yang pada punya pasangan) mikir kalo ada orang yang kisahnya lebih....... kalo kasarnya sih menyedihkan dari kalian? Pernah? Atau tau? Atau bahkan emang gak mau tau? 

      Hemmmm ada loh beberapa orang yang menunggu seseorang tapi seseorang itu gatau sedang ditunggu. Terus ada juga hubungan yang udah lama banget tapi tiba tiba pasangannya pergi ninggalin orang yang sayang banget sama dia, pergi selamanya ke dunia yang berbeda. Adalagi orang yang memilih untuk mendem perasaannya karena cuma gak mau persahabatannya hancur. Ada juga orang yang perasaannya gak berbalas padahal dia sayang banget, dengan kata lain cintanya bertepuk sebelah tangan. Dan masih banyak banget kisah kisah yang lainnya yang gue yakin itu lebih parah dari kisah kalian. Jadi, bersyukur aja deh buat kalian yang bisa sama sama, yang saling bisa memiliki, yang bisa saling tau perasaannya masing masing. Sekarang tinggal gimana kalian ngejaganya. Kalo ada komitmen di awal insya allah deh hubungan kalian akan jelas kemananya. Sebenernya sih simpel, mau dipertahanin atau dilepas.

MENURUT GUE PERJUANGAN TERBESAR SEORANG CEWEK ADALAH MENUNGGU.

Oh ya, gue gak terlalu paham sih. Cuman ini hasil temen gue sharing ke gue dan gue coba tuangin ke ketikkan..... biasanya ini nih yang bikin hubungan gak semanis kayak awal pacaran.


Masalah spele tapi selalu dibesar besarin.
Kebanyakan cewek suka lebay! Gak menutup kemungkinan juga ada cowok yang lebay juga. Kebanyakan masalah spele selalu dibesar besarin dan menurut fakta sebagian besar itu terjadi pada cewek. Contohnya, ketika cowok gak ngabarin beberapa jam aja pikiran cewek udah kemana mana aja. Takut cowoknya selingkuh lah, mikir si cowok lupa lah sama ceweknya, mikir yang aneh aneh deh pokoknya dan itu seringnya berpikiran negative. Kalo pacaran banyak curiganya putus aja deh. Kasian sama hatinya yang ada capek sendiri loh. Perlu diinget juga sih buat para cewek kalo si doi itu gak cuma hidup sama lo. Dia punya dunia yang lain, dunia dimana dia bisa berkreasi sama temen temennya, ngelakuin hobinya, dan terutama dunia sama keluarganya. So buat para cewek jangan selalu neting ya sama pasangannya. Stay positive!

Bosen, jenuh, dan sejenis lainnya
Ketiaka di awal pacaran semuanya baik baik aja, manis. Dan suka ngerasa seakan akan dunia Cuma milik berdua. Iya, milik lo sama doi dan yang lainnya Cuma kayak numpang. Suka ngerasa gak nih yang pada punya pacar? Haha seiring berjalannya waktu banyak banget yang ngerasa bosen, jenuh, dan sejenis lainnya apa lagi ketika hubungan itu udah terjalin lama. Hati hati! Itu lampu kuning buat hubungan kalian. Efeknya kalo salah satu pasangan udah ngerasa bosen dsj pasti hal hal yang dulu biasa dilakuin udah gak sering lagi dilakuin. Contohnya, gak ngabarin berhari hari atau bales sms tiba tiba singkat, ya gitu gitu deh kalian pasti lebih paham perubahan perubahan yang terjadi sama pasangan kalian. Gak menutup kemungkinan juga buat yang pada ngerasa bosen dsj sama pasangannya ada pikiran buat selingkuh atau coba deketin orang lain. Mungkin, pengen cari sesuatu yang baru. Tapi mereka para pelaku penyeleweng hati suka gak mikirin hati yang lain. Pasti bakal ada yang terluka. Menurut gue kalo lo mulai ngerasa bosen dsj sama pasangan lo coba deh lo inget lagi waktu awal lo ngedapetin dia, masa masa yang indah yang udah dilaluin bareng bareng, semua impian yang pernah kalian rancang, dan kisah manis yang lainnya. Mungkin hal itu bisa ngebuat kadar kebosenan hati lo menurun hihi. Ohya perlu diinget juga seseuatu hal yang kita dapetinnya dengan susah payah, penuh perjuangan pasti juga akan susah untuk dilepas. Utuk dibiarin berakhir gitu aja, apalagi kalo alesannya karena bosen. Pffft!

Kesalahan yang mungkin menurut doi fatal
Eiymmmm. Gimana ya ngedeskripsiin maksud yang ini, agak sulit hehe ketika lo ngelakuin kesalahan mungkin itu menurut lo biasa tapi, gak bagi pasangan lo. Pernah gak ngalamin kayak gitu? Contoh kecilnya nih bohong, mungkin kebohongan yang lo lakuin itu spele menurut lo tapiiiiii pernah gak mikir ternyata kebohongan yang lo lakuin itu fatal buat hubungan kalian. Karena apa pun bentuk yang jadi alesan lo bohong, tetep aja namanya bohong. Gak sedikit loh orang yang kecewa karena kebohongan. Yang namanya kepercayaan kalo udah dirusak, yaudah susah buat kembali lagi kayak semula. Apa pun itu alesan lo bohong. Bisa aja lo minta maaf ke doi dan doi maafin lo. Pernah gak mikir bisa aja doi emang udah maafin lo di ucapan, tapi gak di hati! Apa yang udah dirusak gak akan bisa kayak awal lagi gimanapun usaha lo untuk berubah.

LDR
Buat yang pada ldr kebanyakan pasti bisa ngerasa deh kalo hubungannya itu gak semanis waktu di awal. Mungkin banyak yang berubah ketika kalian mutusin untuk ldr. Kebanyakan pasangan yang ngejalanin ldr tuh putus. Gue gak bilang semuanya ya, gue bilang kebanyakan. Kalo hubungan kalian gak termasuk kayak gitu, syukurlah. Pertahankan.
Jarak memang selalu menjadi masalah. Kalian bersatu dengan jarak puluhan bahkan ratusan kilometer. Banyak hal yang dulu sering kalian lakuin bareng tapi semenjak ldr, semua itu udah jarang. Biasanya bisa ngobrol langsung sambil mengekspresikan diri lo ketika bercerita, kini gak bisa lagi. Yup alesannya karena jarak. Banyak loh orang yang gak bisa bertahan karena ldr dan itu.... cowok.


Jangan paksain apa yang emang udah gak layak dipertahanin. Percuma, semuanya udah beda. Gak akan bisa kayak awal lagi sekalipun lo berusaha memperbaikinya. Jangan juga mengharapkan apa yang seharusnya gak pantes buat lo harepin. Selain masalah hati karena cinta, baiknya lo pikirin masa depan juga buat gapai cita cita lo. Ada orang orang yang harus lo banggain. Terutama keluarga. Sampai bertemu dikesuksesanmu :”)

Kamis, 22 Agustus 2013

Ini bukan cinta. Mungkin.

Ini bicara bukan tentang cinta, tapi hanya rasa absurd yang sulit di definisikan. Entah apa kau sebut namanya. Tapi aku mengatakannya ini bukan cinta. Semoga begitu.
Rasa yang ada di dalam hati ini aneh. Absurd. Dia semu, seperti angin tak pernah bisa ku genggam. Seperti air yang tak bisa ku keruk. Dia akan berlalu begitu saja. Mungkin.
Sampai saat ini aku masih sulit menjelasakan apa arti dari semua ini. Arti dari rasa yang aku punya punya. Kenapa aku begitu sensitif ketika namamu disebut. Kenapa aku tak bisa acuh dengan segala yang menyangkut tentangmu. Kenapa aku tak bisa.............. ah sudahlah lupakan.

Aku harap ini bukan cinta. Mungkin ini hanya rasa kagum.
Ini bukan cinta. Mungkin ini hanya rasa penasaranku saja akan perasaannya.
Ini bukan cinta. Mungkin ini hanya rasa sesaat.
Mungkin. Mungkin. Iya, mungkin. Aku harap pun begitu.

Kalau kenyataannya berbalik, rasa itu memang cinta. Baiknya semua disimpan rapih dalam anganku. Ini tak akan nyata. Karena dia tak akan pernah melihat sosokku. Aku hanya angin baginya, tak akan pernah terlihat olehnya. Sama seperti aku menganggap dia layaknya angin pula, karena dia mungkin tak akan pernah bisa aku genggam. Sulit ku kelak, aku......... #@*#*&!?!

“Suatu saat nanti, aku berjanji akan bicara kepadamu. Jika aku mempunyai sepasang benda, maka akan aku berikan satu dari sepasang benda itu untukmu. Dan selama kita masih saling menyimpannya, kita akan menjadi teman abadi. Seperti yang kau katakan, teman terbaik. Terima kasih untuk semuanya. Aku tak akan melupakanmu. Aku menikmati rasa ini dan aku berharap rasa ini akan mati untukmu. Bertahun tahun rasa ini mengendap dan tertahan ternyata menyakitkan. Ketikan mati ini akan selalu menjadi saksi bisu. Disinilah aku bercerita....... tentangmu. Senang mengenalmu.”

Tapi ternyata...... Rasa ini tak kan pernah mati, untukmu.

Sabtu, 20 Juli 2013

Secret Admirer #2

"kringggg.... kringggggg...." ponsel handphoneku berbunyi. Dengan kaget aku membuka mata dan segera mengangkat telfon yang ternyata dari temanku. Blablablablabla.......... seketika aku benar benar sadar bahwa sejak tadi aku tertidur di kursi ruang tamu ditemani suara hujan yang deras. Seketika pula pikiran kosong. Entah kenapa tiba tiba terngiang namamu di otakku. Pikiran bodoh macam apa lagi ini. Aku bosan memikirkanmu!

Beginikah rasanya menjadi seorang secret admirer. Mengagumi tanpa harus diketahui oleh orang yang dikagumi. Ini benar benar gila ketika aku hanya bisa memerhatikannya dari kejauhan tanpa pernah menatapnya. Memerhatikannya dalam bentuk tulisan. Aku sangat haus akan adanya pertemuan diantara kita., namun rasanya itu hal yang sangat sulit untuk terjadi. Cukup bertemu denganmu dalam mimpipun sudah bahagia. Sepertinya aku tak boleh berharap untuk terlalu jauh dari perasaan ini. Apakah akan ada akhir yang indah untuk seorang secret admirer? Bukankah semua kebahagiaan yang dirasakan oleh seorang secret admirer hanya sementara saja? Setiap hari kepo-in twitter sama facebook doi tapi udah paling galau kalo dalam satu hari bisa buka akun doi berkali kali tapi si doi sama sekali gak update. Rasanya tuh................. kletrek </3 Kalo following atau follower dia nambah langsung deh di cek, dan....... tiba tiba muncul pertanyaan "ini cewek siapa ya follow dia", "wah dia ngefollow cewek, siapa ya ini". Terus kalo liat ada tweet terbaru yang dia update suka dipikir keras deh padahal sih kayaknya biasa aja isi tweet-nya. Terus juga kalo liat dia mention-an sama cewe etnah siapa pun itu suka cemburu sendiri. Sebegini menderitanya kah menjadi seorang secret admirer?!

Kadang aku suka berfikir kenapa bisa sih aku mengaguminya. Kalau saja kita tak pernah sekelas sepertinya semua gak akan kaya gini deh. Gak akan juga ada yang namanya mengagumi diam diam. Memendam rasa sendirian. Diam dalam kebisuan. Rasanya ingin aku berteriak di depan mukanya dan mengatakan "HEY! INI AKU YANG DIAM DIAM MENGAGUMIMU DARI SEKIAN TAHUN YANG LALU. SADARKAH KAMU?" Nampaknya aku cukup baik menyembunyikan semuanya darinya sampai sampai dia tidak tau dengan sosokku yang ternyata memendam rasa untuknya. Atau bahkan dia yang memang tidak ingin tahu  karena sebenarnya ia mengetahuinya makanya dia hanya diam dan diam. Bisa saja. Cukup melelahkan ternyata menjadi seorang secret admirer. Ya aku hanya lelah dengan julukan tersebut, tapi aku tak pernah lelah mengagumimu.

Kadang aku juga berfikir sampai kapan aku akan begini terus menerus? Ini sudah memasuki tahun kesekian. Ya kurang lebih tahun ke-4. Selalu ada harapan yang indah dari akhir rasa ini. Menunggu ternyata melelahkan apa lagi jika yang ditunggu tak sadar bahwa ia sedang ditunggu. Lelah sih tapi aku menikmatinya kok. Kadang sempat terlintas pemikiran untuk pergi dan mulai melupakan rasa yang berawal dari kekaguman ini. Bukannya aku lelah menanti, tapi aku hanya berfikir apa artinya aku menikmatik sosokmu sendiri. Menunggumu sendiri. Berharap sendiri.  Aku seperti mencintai bayangan yang tak nyata adanya.

Bagaimanapun akhirnya, aku menikmati perasaan ini. Ijinkan aku berkata untuknya: Aku senang menjadi seorang secret admirer-mu. Aku senang menjadi pengagummu meskipun dengan diam diam. Sapa aku jika kamu sudah mengetahui sosokku. Aku sangat mengharapkan pertemuan diantara kita seperti dulu saat kita menjadi teman sekelas. Dan terlebih aku sangat mengharapkan percakapan diantara kita. Sekian tahun aku mengagumimu tak pernah ada percakapan diantara kita. Dan.............. aku ingin melihatmu tertawa, meskipun bukan denganku alasanmu tertawa tapi tetap tertawalah tersenyumlah di depanku. Aku ingin melihatnya. Jika kamu sudah mempunyai kebahagiaanmu sendiri katakanlah kepadaku, aku pun akan senang mendengarnya karena yang aku inginkan adalah kamu bahagia dengan jalanmu. Sekiranya aku sudah sangat teramat bahagia bisa mengenalmu, mengagumimu, menyayangimu dan mencintaimu. Jika memang tak akan berakhir indah perasaanku ini untukmu, namun aku tetap bahagia. Karena ketika kamu menyadari akan adanya hadirku, ketahuilah aku sudah lebih dulu menyadari sosokmu yang secara tidak langsung mengajarkanku apa itu arti menunggu, berharap dan menanti. Terima kasih :")

Dari Secret Admirer-mu yang tak pernah berani menyapamu langsung. Yang selalu diam dalam kebisuan. Dan hanya mampu bercerita tentangmu pada ketikan mati. Bahagialah dengan jalanmu.........

Kamis, 04 Juli 2013

Maaf untuk segala diam dan bisuku

Teruntuk kamu yang mungkin memang tak akan pernah kugenggam.

Entah aku harus memulai dari mana untuk bercerita. Entah kenapa kali ini aku menangisimu (lagi). Kalau ada air mataku yang jatuh untukmu, itu bukan karena kamu melakukan kesalahan kok. Aku hanya merasa bingung harus bagaimana lagi untuk membuatmu sadar bahwa aku ada. Ribuan hari nampaknya tak cukup membuatmu dapat melihatku, haruskah puluhan ribu hari untuk kamu bisa melihatku dan mulai berbicara denganku. Untuk bisa memulai pertemuan diantara kita.

Mungkin ada kalanya hati lelah untuk menunggu dan menanti yang tak pasti. Beberapa orang menunggu dan beberapa orang lainnya tak tau sedang ditunggu. Lalu siapa yang salah? Yang menunggukah atau yang ditunngu? Entah, aku juga tak mengerti.

Mungkin semuanya memang akan berlalu begitu saja tanpa pernah kamu mau tau tentang rasa ini. Tanpa pernah kamu menyadari perasaan tulus ini untukmu. Tanpa pernah kamu tau tersiksanya aku menunggu. Tanpa pernah kamu tau seberapa keras usaha aku untuk menahan perasaan ini untuk kamu yang memang nyatanya tak pernah menghampiri aku. Mungkin aku sudah berada di titik lelah menunggumu. Menunggumu untuk datang menghampiri aku meskipun hanya sedetik. Namun hingga kini memang tak pernah ada pertemuan dan percakapan diantara kita. Meski sekalipun kenyataannya aku lelah, aku tetap ingin menunggumu. Entah sampai kapan.

Jangan salahkan aku atau dirimu jika aku pergi. Bukan pergi karena tak mencintaimu lagi, tetepi pergi untuk selamanya. Mungkin sampai dunia kita berbedapun kamu tak akan pernah mau tau tentang perasaanku untukmu. Mungkin kamu akan tetap cuek, diam dan dingin kepadaku. Mungkin. Sejak masa putih biru itu ternyata perasaan ini tak berubah, aneh. Mungkin aku memang hanya bisa mengagumimu, menyayangimu, dan mencintaimu tanpa harus memilikimu. Tolong katakan kepadaku untuk aku pergi, untuk aku berhenti mengharapkanmu. Tolong katakan! Tolonggggg!!! Supaya aku sadar bahwa kamu memang bukan untukku. Supaya aku sadar aku tak berhak meminta apa yang bukan menjadi hakku. Supaya aku sadar bahwa perasaan ini memang hanya untuk dipendam. Dirasa dan dinikmati oleh diriku sendiri.


Maaf untuk segala diam dan bisuku, aku mencintaimu :”)